Home / My Note / FFB #3 Mendidik Cinta dan Kasih Sayang

FFB #3 Mendidik Cinta dan Kasih Sayang

FORUM FEMININITAS BUNDA
Pertemuan ke-3
Mafatih Islamic School, 12 Mei 2019
Pemateri: Teh Lintang

Tujuan kita ibadah:
Tingkatannya:

  1. Karena takut (azab Allah,masuk neraka)
  2. Karena mengharap sesuatu (ingin mendapat pahala, ingin masuk surga,dan lain-lain)
  3. Karena cinta (Mahabbatullah). Jika sudah mencintai, apapun akan dilakukan agar Dia senang.
  • Mahabbatullah adalah tingkatan yang paling tinggi dalam pendidikan tauhid. Paling rendah yaitu karena takut, sedangkan tertinggi adalah cinta;
  • Mendidik cinta tidak bisa jalan pintas. Untuk mendidik cinta, harus tahu sumber cinta;
  • Rutinitas bisa menggerus cinta (perlunya me time untuk mengurangi kejenuhan);
  • Kalau dikenalkan dulu cinta,maka dia akan takut (takut mengecewakan,takut cemburu,dan lain-lain);
  • Kalau takut belum tentu cinta;
  • Untuk mendidik anak,ibadah yang diutamakan itu kecintaannya dulu, bukan harus benar dulu;
  • Taqarrub (dekat dengan Allah).

Darimana datangnya cinta?
 Dari cinta kepada Allah

  • Cinta Allah tidak ada habisnya, tanpa pamrih. Jangan sampai cinta kita kepada anak atau kepada pasangan melebihi cinta kita kepada Allah;
  • Kalau bukan dari Allah,adakah yang lebih pantas kita cintai? Doa Nabi Adam ketika memohon ampunan dari Allah: Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin.
  • Pendidikan agama nomor 1 adalah tauhid/ keimanan;
  • Cinta adalah buah tauhid, aqidah yang benar;
  • Akhlak dan aqidah bisa diterapkan setelah imannya kokoh;
  • Banyak anak yang didorong hafiz quran,tetapi tidak sedikit yang akhlaknya kurang baik atau malah mudah lupa karena tidak didasari iman yang kuat;
  • Ciri aqidah: apabila seseorang dibacakan ayat-ayat Allah, maka bergetar hatinya dan bertambah keimanannya;
  • Jangan sembunyikan rahmat Allah karena takut anak jadi sembrono;
  • Takut tak akan melahirkan cinta, tetapi cinta akan melahirkan takut;
  • Ketika kita mendekati Allah sedepa, maka Allah akan mendekati kita sehasta;
  • Yang menentukan masuk surga itu seberapa banyak pahala kita, bukan seberapa sedikit dosa kita;
  • Dosa Nabi Adam itu larangan Allah dilanggar, dosa iblis itu perintah Allah tidak dikerjakan.

 Dari Syukur

  • An usykurlillah: bersyukur kepada Allah;
  • An usykurli wali walidaika: orang tua;
  • I’malu ala dawuda syukro : berbuat syukur. Mengakui karunia Allah, mendayagunakan semua karunia Allah di jalan-Nya (34:13);
  • Lawan syukur adalah kufur;
  • Contoh ada orang yang bersyukur kena musibah gempa di Lombok. Syukur karena yang kaya dan miskin menjadi sama-sama tidur di tenda, makan dari bala bantuan, menjadi lebih kompak, dan bisa menjalin hubungan dengan baik dengan para relawan.
  • Tunjukkan jika kita bisa (bukan karena riya) tetapi dalam rangka mensyukuri;
  • Munculnya ujub itu karena kita simpan keahlian kita. Kalau kita bisa sesuatu kita tunjukkan (bukan karena riya), tetapi dalam rangka mensyukuri karunia dari Allah.
  • Kita gunakan apa yang kita bisa di jalan Allah.

 Dari Baik Sangka

  • Bunda cenderung nahi munkar, ayah cenderung amar ma’ruf;
  • “Yuridullahu bikumul yusra wala yuridu bi kumul ‘usra” –Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu (2:185)

 Dari Optimisme

  • Belajar optimis kepada anak sendiri;
  • Anak kurang ajar justru paling sering diajar, karena dia punya modal banyak untuk masa depan;
  • Bermodal syukur, akan berbaik sangka;
  • Bermodal baik sangka akan optimis;
  • Anak yang tidak nurut punya bakat pemimpin (tidak bisa diatur) dan kreatif.

 Dari Keindahan

  • Segala hal berhubungan dengan keindahan: rapi, bersih, tertib, bahkan dari luar rumah;
  • Dekorasi, piknik, jalan melihat pemandangan, menikmati karya seni;
  • Sakinah (tenang), mawaddah (berkaitan dengan fisik), warrahmah (perhatian yang tulus dari dalam hati).

 Dari Kelembutan Hati

  • Allah tidak menyukai orang yang kasar dan mengkasar-kasarkan dirinya;
  • Karena rahmat Allah kepadamu, kamu jadi manusia yang lembut pada orang lain. Maafkan mereka dan doakan kebaikan.

 Dari Kebaikan

  • Saling memberikan hadiah akan melahirkan rasa cinta satu sama lain;
  • Jangan membiasakan diri melakukan kebaikan karena imbalan;
  • Doa orang lain akan berbuah kasih sayang;
  • Rejeki itu datang dari ketulusan;
  • Ciptakan RUMAH CINTA DAN KASIH SAYANG;
  • Rumah nan ceria, bukan penuh dengan peraturan (rule) tetapi penuh dengan kebijakan (policy);
  • Real me dan social me: anak bisa jadi berbeda karena orang tuanya sangat kaku;
  • Cinta tidak lahir dari rumah tangga yang penuh tata tertib, formal, dan kaku.
  • Cara menegakkan aturan adalah tumbuhkan/ bangun dulu kedekatannya supaya anak percaya bahwa aturan yang kita tegakkan itu untuk kebaikan mereka.Ini berlaku sebaliknya;
  • Kalau anak tidak happy dengan aturan kita, dia hanya akan menurutinya ketika hanya kita ada disana;
  • Nyinyirnya ibu dengan kedekatan/ cinta akan menghasilkan akhlak;
  • Nyinyirnya ibu tanpa kedekatan/ cinta akan menghasilkan luka.
  • Rumah cinta dan kasih sayang:
    -> rumah penuh baik sangka
    -> penuh panggilan sayang, apresiasi, penghargaan;
    -> keluarga piknik (sedikit-sedikit tetapi sering), situasi informal,cair
    -> mengenal tanda-tanda kekuasaan Allah di gunung, danau, lembah;
    -> menikmati karunia Allah dan sering menyebutkan nikmat Allah.
  • Membangun cinta di dalam rumah
    -> Perhatian yang tulus;
    -> Hal kecil yang manis;
    -> Yang pertama tahu;
    -> Hadiah istimewa;
    -> Kejutan.
  • Ketika kita tidak bisa membersamai anak 24 jam, hadirlah ketika anak sedang sedih atau hatinya sedang sakit dan ketika anak bahagia.
  • Merawat kesabaran:
    -> Menghayati dan memaknai penderitaan;
    -> Baik sangka kepada Allah;
    -> Kesulitan disertai kemudahan;
    -> Sabar menerima takdir Allah ketika tabir rahasia hikmah dibuka, maka akan bertambah cinta kepada Allah;
    -> Penderitaan dan keniscayaan jalan menuju surga;
    -> Sabar >< Marah; Jujur >< Dusta; Rendah Hati >< Sombong;
    -> Allah memberikan ujian agar kita muncul taqwanya;
    -> Di setiap ujian, Allah kasih kemudahan;
    -> Harus Ada Kolaborasi Orang Tua;
    -> Gunakan The power of repetition;
    -> Ingat semua itu karena pertolongan Allah;
    -> Cinta kepada pasangan atau anak itu karena Allah;
    -> Fungsi rumah itu menularkan (yang baik);
    -> Solusi anak yang suka memukul: berikan aktivitas lempar tangkap bola, berenang (yang banyak aktivitas tangannya). Anak mukul jangan sampai kena kepala, tulang ekor, sama perut.
    -> Dari hasil penelitian, anak-anak yang mudah dibully itu anak yang kehadiran ayahnya kurang. Solusinya bantu motorik kasar anak didampingi oleh ayahnya;
    -> Ayah itu sebagai konsultan Bunda;
    -> Orang tua harus memahami frame of experience dan frame of reference. Perbedaan (gap) harus disiasati;
    -> Ketika menasehati anak harus menggunakan bahasa assertif (tidak judgement) agar dimainkan oleh bahasa bersayap;
    -> Ketika ingin berbicara dengan suami,harus lihat dulu kondisi suami. Beberapa kondisi yang kurang baik ketika berbicara dengan suami: Hungry, Angry, Lonely, Tired, Stressed, Sleepy. Solusinya adalah kondisi-kondisi seperti itu harus diselesaikan terlebih dahulu, baru bisa bicara. Dalam kondisi seperti ini kita harus mampu building raport: melakukan penyesuaian (ice breaking), bicara yang ringan-ringan dulu atau pakai media (minum teh bersama) dan harus cari moment yang pas;
    -> Anak laki-laki akan nurut kalau diposisikan sebagai sahabat dan tidak bisa melalui instruksi;
    -> Supaya suami tidak merasa digurui, buat file belajar bersama, buat kegiatan bersama (family camp), benchmarking, mendekati dengan cara kultural bukan dengan cara struktural.

Komentar

comments

About Puri Pramudiani

Lihat lainnya

Seminar PADi

Setiap insan pasti pernah mengalami masa-masa kegundahan hati yang dihadapinya, tergantung kuat atau tidaknya seseorang …