Home / My Note / Berbeda tapi sama

Berbeda tapi sama

Kadang saya beda pendapat sama suami, karena kalau saya suka berpegang pada teori psikologi yang saya tahu, sedangkan suami berpegang pada sudut pandang Islam…

Contoh, masalah menyekolahkan anak…saya berpegang pada nasehat Bu Elly Risman dan juga teori Piaget kalau menyekolahkan anak pada sekolah formal (madrasah/pesantren) itu sebaiknya dalam usia matang yaitu usia 7 tahun…tapi suami berpendapat 6 tahun juga gapapa…toh hafiz quran  juga banyak yg usia dini, di bawah usia 5 tahun…

Tapi saya berpendapat kalau usia 4-6 tahun itu masa mereka bermain…saya tidak terlalu menuntut anak untuk belajar, mengaji, atau sholat, tapi mencoba menanamkan kecintaannya dulu…lebih membiarkan mereka berkembang sesuai fitrahnya, tentunya dengan quality control dari kita…dan merasa kalau terlalu dipaksakan sekarang, khawatir pada saatnya nanti menjelang usia aqil baligh malah mereka jenuh karena kurang puas masa bermain…

Nah kalau suami berpendapat, pendidikan agama sejak dini itu lebih baik karena jaman sekarang banyak pengaruh2 buruk seperti TV, game, gadget, dll yg bisa mempengaruhi perkembangan anak…

Menurut saya suami gak salah berpikiran seperti itu, saya juga kayanya gak salah jg memahami pendapat bu Elly Risman dan para psikolog yang lainnya…

Contoh lain masalah “me time”, kalau menurut suami, kalau dalam islam itu gak ada istilah me time, itu terlahir dari bahasa psikolog-psikolog barat yang mencoba membelokkan fungsi dan peran wanita yang seharusnya menjadi madrasah di keluarga, lalu seolah-seolah dibolehkan bahwa wanita itu kadang pergi sendiri ke salon, mall, dll hanya untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga…

Lalu ada lagi masalah yg lagi marak skrg ini (kalau ini mah saya jg ga setuju)…masalah LGBT jelas kalau dalam islam dilarang, tapi kan kalau menurut psikolog-psikolog barat itu adalah fitrah yang tidak bisa ditolak…

Berkaca dari beberapa kasus itu, saya ingin cari benang merah sebenarnya dunia psikologi dari sudut pandang Islam itu seperti apa?

Lalu kalau ini sudut pandang pribadi …kenapa dalam Islam dibolehkan poligami, sedangkan kalau mau dilihat dari psikis wanita…wanita mana yang ingin diduakan…tapi karena ganjarannya surga dan dalam agama kita dibolehkan, kadang banyak malah para ikhwan yang kampanye tentang masalah poligami…saya punya temen soalnya dia selalu kampanye tentang poligami, yang mana ketika saya bacanya malah suka baper sendiri…tapi justru kata dia, dia sangat didukung oleh istrinya…malah istrinya yang suka mencarikan calon untuk suaminya…

Komentar

comments

About Puri Pramudiani

Lihat lainnya

Seminar PADi

Setiap insan pasti pernah mengalami masa-masa kegundahan hati yang dihadapinya, tergantung kuat atau tidaknya seseorang …