Home / Media / #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

#4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

  • Mengenai jurusan ilmu yang ingin dipelajari, sampai saat ini saya masih tidak berubah pikiran, yaitu saya tetap ingin mempelajari ilmu psikologi, dikarenakan saya memiliki misi untuk menyembuhkan diri sendiri (self-healing), dan juga mengembalikan semangat ayah saya, serta mempersiapkan pendidikan yang baik untuk anak-anak saya, karena ternyata faktor psikis itu sangat berpengaruh besar terhadap seseorang. Jika seseorang mengalami sakit fisik, pada umumnya dapat terlihat gejala-gejalanya secara kasat mata, dan juga obat-obatan yang diperlukan juga tersedia baik di apotek maupun di Rumah Sakit. Namun jika seseorang mengalami sakit psikis, pada umumnya secara kasat mata tidak terlihat (seperti yang sehat-sehat saja), namun sakitnya agak sulit disembuhkan kecuali dengan adanya keinginan kuat dari dalam diri sendiri dan memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT karena jiwa yang kuat umumnya dimiliki oleh hamba-hamba Allah yang dekat dengan-Nya.
  • Namun setelah beberapa minggu mengikuti kelas IIP ini, ada satu motivasi tambahan bagi saya untuk mewujudkan cita-cita saya yang dari dulu belum pernah terwujud, yaitu ingin menuangkan semua kisah yang pernah saya alami ke dalam sebuah buku untuk dijadikan pelajaran atau ibroh bagi yang lainnya (ingin menjadi penulis).
  • Mengenai checklist harian, jujur saja sampai saat ini saya masih belum konsisten menjalankannya. Saya menyadari bahwa saya harus berlatih lebih keras lagi untuk disiplin dalam menjalankan tugas tersebut, namun semenjak mengikuti IIP ini ada suatu progress yang positif dimana checklist harian dan indikator yang sebelumnya memang sudah tertanam di hati namun jarang dilakukan, dengan dituangkan melalui tugas dan tervisualisasikan, maka itu terlihat lebih nyata dan “mendorong” saya untuk menaatinya dibanding dengan sebelumnya yang hanya terbersit dalam pikiran. Sekali lagi terima kasih IIP sudah memberikan tugas ini.
  • Saya dilahirkan dari keluarga yang sangat harmonis dan penuh kasih sayang sehingga saya tumbuh menjadi pribadi yang penyayang. Namun kekurangan yang saya miliki adalah saya tidak cukup tegar dalam menghadapi suatu permasalahan dan cenderung selalu ketergantungan dengan orang lain dan mudah stres jika saya tidak bisa mencapai apa yang saya inginkan/ cita-citakan. Sebaliknya suami saya dibesarkan dari keluarga yang selalu mendidik kemandirian dan melatihnya untuk kuat dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup. Pada saat saya belum menyadari hal ini, sering terjadi perdebatan kecil dimana saya yang selalu ingin diperhatikan, dimanja dan apapun harus diungkapkan dengan kata-kata, namun sebaliknya dengan suami yang cenderung kurang menyukai hal-hal yang bersifat romantisme dan meyakini bahwa segala sesuatu itu asalkan sudah memegang komitmen tidak perlu ada yang dpertanyakan dan dipermasalahkan lagi. Namun belakangan saya sadar, apalagi setelah mengerjakan NHW#3 bahwa Allah tidak salah mempertemukan kami, karena dengan perbedaan ini, kami bisa saling melengkapi satu sama lain untuk kemudian menjadi bekal bagi kami dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anak kami untuk menghadapi semua realitas kehidupan serta menggapai apa yang mereka cita-citakan.

Misi Hidup: memberikan inspirasi kepada orang lain melalui kisah hidup yang pernah saya alami

Bidang : Psikologi

  • Untuk menjalani misi kehidupan ini, saya memang harus memperdalam ilmu tentang psikologi dikarenakan sebelum saya menghadapi berbagai permasalahan hidup, saya sangat awam dengan ilmu psikologi. Langkah yang saya ambil adalah saya setiap hari berupaya mempelajari bahan atau referensi terkait dengan ilmu psikologi, dan jika Allah mengizinkan, saya ingin melanjutkan jenjang pendidikan saya ke ranah psikologi. Selain itu, saya harus membiasakan konsisten dalam menulis untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita saya menjadi seorang penulis yang bisa menginspirasi banyak orang. Saya akan berusaha keras untuk bisa lulus kelas matrikulasi ini agar bisa mengikuti kelas bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif, dan bunda shaleha.

Peran: inspirator

  • Untuk menetapkan milestone saya (KM-0) saya meminta suami saya memberikan penilaian yang berkaitan dengan target pencapaian yang selama ini saya harapkan. Dan ternyata di luar dugaan, di mata suami saya masih banyak-banyak hal yang harus saya benahi dan ini menjadi langkah awal saya untuk memperbaiki diri. Berikut penilaian suami saya terhadap saya:
Penilaian

Sebelum ada tugas ini saya tidak pernah terpikir untuk meminta penilaian suami saya terhadap saya, dan sekarang saya tersadar bahwa ternyata masih banyak kekurangan yang harus saya benahi sehingga ini yang akan saya jadikan motivasi sekaligus menjadi titik KM-0 saya.

KM 0 – KM 1: memperbaiki semua nilai yang masih kurang di mata suami saya sekaligus mempelajari ilmu menjadi istri sholehah

KM 1 – KM 2: menguasai ilmu seputar pengasuhan anak dan istri yang sholehah

KM 2 – KM 3: menguasai ilmu untuk pengembangan diri dan menjadi pribadi yang memiliki keteguhan hati dan konsistensi yang kuat

KM 3 – KM 4: menjadi pribadi yang bermanfaat yang bisa menebarkan ilmu tersebut kepada banyak orang

  • Saya akan berusaha tetap konsisten menjalankan checklist harian di NHW#2 saya dan meminta suami untuk mereview progressnya. Alhamdulillah terima kasih IIP atas semua tugas-tugas yang diberikan. Barakallah.

Komentar

comments

About Puri Pramudiani

Lihat lainnya

LIVE STREAMING SEMINAR NASIONAL UHAMKA (PADi) PEREMPUAN & PRIA ANTI DEPRESI – Sesi Sore Part 2

Komentar comments

One comment

  1. Semoga menjadikan ibu solehah