Home / My Note / #3 Re Surat Cinta

#3 Re Surat Cinta

Raspatiku…
Dalam 13 tahun kita saling mengenal, dan 10 tahun menjalin rumah tangga, Bubu tak dapat berjanji kan berikan dunia padamu, karena dunia ini hanyalah sementara waktu. Satu yang menjadi fokus perhatian adalah keluarga kita ingin selalu taat dan patuh pada syariat Tuhan dan sunnah Rosul, berusaha hanya Barokah dan Ridho Alloh-lah yang senantiasa menaungi kita, dan hanya surgalah yang menjadi tempat kembalimu.

Raspatiku…
Dalam setiap untaian doa Bubu dalam waktu-waktu mustajabnya sebuah doa selalu kusebut namamu…
Menginatkan pada waktu Tawaf wada pas kita Umroh, dimana terakhir kita bertawaf dan akan meninggalkan Mekah pada saat itu, putaran kedua dari Maqom Ibrahim sampai Rukun Yamani, dalam linangan airmata kusebut namamu berpuluh puluh kali:

Itu sebagian doa yang Bubu panjatkan di Kabah.

Raspatiku…
– Mumu tidaklah sebaik ibunda Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha 
– tidaklah setegar Khansa binti Khadzdzam
– tidaklah secerdas ibunda A’isyah binti Abi Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhma
– tidaklah secantik ibunda Zainab binti Jahsy bin Rabab radhiyallahu ‘anha
– tidaklah sebijak Ummu Sulaim
– Tapi pengorbanmu untuk keluarga cukup bagi bubu untuk menjadikan mumu bergelar ‘Solehah’

Raspatiku…
Bubu sadar, sungguh sangat sadar, bubu hanyalah manusia biasa, lelaki biasa, tak seperti Nabi Muhammad SAW yang mulia dan paling baik terhadap keluarganya, tak seperti para sahabat yang begitu baik ibadahnya, yang zuhud kehidupannya, yang begitu besar kecintaan mereka pada Nabi dan Rabb mereka. Bubu hanyalah lelaki biasa, umat Nabi Muhammad SAW yang tengah berusaha untuk mengikuti sunnah-sunnahnya, yang sedang berusaha untuk mencontoh akhlaknya.

Raspatiku…
Bubu sadar dan mumu pun sadari itu bahwa bahagia tiada selalu menyertai, terkadang jalan terjal harus bersama kita daki, aral lintang harus kita lewati, tak jarang kita harus mengusap air mata yang menetes di pipi, namun itu tiada menyurutkan kita tuk langkahkan kaki, dengan ilmu, kesabaran dan kemantapan hati, serta petunjuk Ilahi, bersama kita melayar bahtera ini.

Raspatiku…
Semoga mereka mampu menjadi manusia mandiri dan berpengetahuan. Pendidikan dalam keluarga harus didahulukan dan pendidikan dalam sekolah adalah langkah pendidikan yang berikutnya. Semoga kita bisa memberikan pendidikan yang terbaik buat anak-anak kita. Aamiin…

Komentar

comments

About Iwan Sukmana

Lihat lainnya

Seminar PADi

Setiap insan pasti pernah mengalami masa-masa kegundahan hati yang dihadapinya, tergantung kuat atau tidaknya seseorang …